Setelah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 1908, mestinya 20 Mei 1998 (sembilan puluh sesudahnya) adalah Hari Kebangkitan Nasional ke-II, karena pada hari itu Pak Harto memutuskan untuk berhenti jadi presiden yang diumumkan besok paginya, 21 Mei. Tapi karena salah langkah, maka kemudian ternyata 20 Mei 1998 adalah Hari Kebangkrutan Nasional.
Kebangkrutan itu bisa diartikan sebagai puncak krisis yang dihasilkan oleh ujung pemerintahan Orba, atau bisa juga dimaknai sebagai awal dari kebangkrutan yan..
Dikirim
Tanggal : 09-02-2008
15:22
Kategory : Padhang mBulan
Komentar :
(0)
Trackback :
(0)
Sejak zaman muda masih kos dulu, saya memang tidak suka ngasih apa-apa kepada pengemis. Alasan saya dua. Pertama, saya tidak setuju sehingga tidak suka bahwa manusia kok mengemis. Kedua, kalau ada orang mengemis kepada saya, selalu saya merasa terganggu, bahkan terteror. Sejak beberapa puluh meter sebelum saya berpapasan dengan orang itu, sudah terbersit di hati bahwa saya akan memberinya uang. Tapi, ketika mendekat lantas dia menadahkan tangan mengemis kepada saya, terus terang saya langsung dr..
Dikirim
Tanggal : 08-10-2007
12:12
Kategory : Padhang mBulan
Komentar :
(2)
Trackback :
(0)
Harga Diri Ayam
EMHA AINUN NADJIB
AYAM memang hewan atau binatang,tetapi tak sekadar hewan atau binatang,ia adalah juga ayam. Ia bahkan punya banyak identitas dan kemungkinan eksistensi yang lain.
Ayam juga makhluk dunia,warga dunia,bagian dari alam,peliharaan Pak Kardjo, temannya ayam lain, putra atau putrinya bapak ayam ibu ayam,penghuni kandang ayam pojok RT.Ayam adalah juga hewan,bukan bebek,bukan angsa,bukan burung bukan anjing,bahkan bukan manusia. Identitas mana yang primer mana..
Dikirim
Tanggal : 20-09-2007
12:38
Kategory : Padhang mBulan
Komentar :
(69)
Trackback :
(1)
Harga Diri Ayam (ii)
EMHA AINUN NADJIB
TENTU saja jangan menyangka saya bisa berbahasa Italia, apalagi menulis puisi berbahasa Italia. Sedangkan menulis puisi bahasa Indonesia saja dibolak-balik tetap tak kan sampai pada tingkat kemampuan Sutardji Calzoum Bachri,penyair asal Riau yang lahir dari rahim ibunya bahasa Indonesia.
Untunglah kekurangan berbahasa bisa bermanfaat untuk memperdekat hubungan kemanusiaan. Pluralisme tidak hanya berbekal kemampuan. Ketidakmampuan pun menjadi bekal yang b..
Dikirim
Tanggal : 20-09-2007
12:36
Kategory : Padhang mBulan
Komentar :
(0)
Trackback :
(0)